3 Mei 2017

Ter-untuk kamu, lelakiku.

Banyak sudah aku melewati waktu bersamanya, banyak sudah aku mendengar cerita tentangnya. banyak sudah aku melihat kehebatan dalam dirinya. banyak sudah aku menerima kekurangannya. banyak sudah rindu yang ku puja kepadanya. dan banyak sudah doa yang terpeluk untuknya. aku mencintainya, dan aku sangat jatuh cinta pada takdirku. sebelum ia ada di depan mata, di hadapan tuhan, aku pernag memohonkan kehadirannya. ia seseorang yang sederhana, namun memiliki cinta yang luar biasa. ia seseorang yang jauh dari sempurna , namun memiliki ketulusan yang tiada dua. matanya, selalu berbicara tentang cinta. hatinya, tahu bagaimana cara bersetia. setelah hari itu, aku sepertinya tidak memiliki cara jatuh cinta selain kepadanya. aku percaya, dihatinya cintaku akan aman dan bahagia. dipeluknya, resah dan gelisahku akan menemukan tenangnya. tidak ada yang lebih aku ingin selain mendampinginya dalam suka dan duka, memberinya semangat juga doa, dan memeluknya ketika lelah sedang mendatanginya.


aku menyayanginya, aku mencinatinya, itu adalah takdir, kenyataan yang tidak bisa ku ajak lari atau mundur. dan sekali lagi aku jatuh cinta pada takdirku yang mencintainya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar